Mudir 'Am Pesantren Persis 69 Matraman: Jadilah Santri yang Semangat, Meluruskan Niat dan Menguatkan Tekad.


JAKARTA, 13 Juli 2026– Mudir 'Am Pesantren Persatuan Islam Persis 69 Matraman Al-Ustadz H. Arfie Novrian, S.S., M. Pd. menyampaikan taujih kepada seluruh santri dalam _baiat_ (pengucapan janji santri) pertama di awal tahun pembelajaran 2026-2027. 

Dalam _taujih_ kepada para santri Ustaz Arfie menyampaikan tentang pentingnya semangat, meluruskan niat serta menguatkan tekad dalam menuntut ilmu yang juga disertai sikap tawadhu' dan syukur kepada Allah SWT. Dalam nasihatnya, beliau mengajak para santri untuk mengevaluasi diri berdasarkan hadits Nabi _shallallahu alaihi wa sallam_  dari Abu Waqid al-Laytsi tentang perilaku tiga orang lelaki yang melewati majelis ilmu nabi _shalallahu alaihi wa sallam_. Orang yang pertama ikut hadir dan duduk di hadapan nabi dengan harapan mendapatkan ilmu secara langsung dari nabi. Orang yang kedua meskipun ikut hadir dalam majelis ilmu tersebut namun memilih duduk di belakang. Dan orang yang ketiga jangankan duduk hadir dalam majelis ilmu nabi, melirik terhadap majelisnya pun tidak. 


Ini mengisyaratkan semangat dalam mencari ilmu, lurusnya niat dan tekad yang kuat dalam menjemput ilmu.

Menurut beliau, ketiga perilaku lekaki tersebut dapat menjadi cerminan sikap santri dalam proses pembelajaran. Santri yang  serius dalam belajar, niat yang kuat untuk menjemput ilmu adalah mereka yang disiplin, hadir tepat waktu, bersungguh-sungguh, aktif belajar, dan terus meningkatkan kualitas diri. 

Ada pula santri yang sekedar menjalankan kewajiban untuk belajar, yaitu  santri yang setengah hati hadir ke sekolah, belum memberikan usaha terbaik, datang terlambat, duduk di belakang, tidak fokus dalam belajar.

Adapula yang sering menyia-nyiakan waktu, menunda tugas, rendah tingkat kehadiran dan kurang memanfaatkan kesempatan belajar yang telah Allah berikan.


Namun demikian, Mudir 'Am mengingatkan bahwa keberhasilan akademik tidak boleh melahirkan rasa bangga diri. Nilai yang baik, hafalan yang kuat, maupun berbagai prestasi bukan semata hasil kecerdasan dan usaha pribadi. Semua itu terjadi karena pertolongan Allah SWT yang menganugerahkan kesehatan, kesempatan, daya ingat, kemudahan memahami pelajaran, serta menghadirkan guru yang membimbing dengan penuh keikhlasan. Oleh karena itu, setiap pencapaian hendaknya melahirkan rasa syukur, bukan kesombongan.


Beliau menegaskan bahwa seorang penuntut ilmu yang sejati akan semakin rendah hati seiring bertambahnya ilmu. Semakin tinggi prestasi yang diraih, semakin besar pula kesadaran bahwa manusia hanya mampu berusaha, sedangkan Allah-lah yang menentukan hasilnya. Karena itu, santri dianjurkan untuk senantiasa berdoa, memperbaiki niat, dan memohon tambahan ilmu sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Taha ayat 114, "Rabbi zidni 'ilma" (Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu).


Menutup taujihnya, Mudir 'Am mengajak seluruh santri Pesantren Persis 69 Matraman untuk terus berikhtiar menjadi bagian dari santri yang unggul dalam ilmu, mulia dalam akhlak, serta rendah hati dalam setiap keberhasilan. "Prestasi adalah amanah, bukan alasan untuk merasa lebih hebat. Bersungguh-sungguhlah dalam belajar, syukurilah setiap kemudahan yang Allah berikan, dan jadikan ilmu sebagai jalan untuk semakin dekat kepada-Nya. Esensi dari sebuah proses pendidikan adalah hadirnya para penjemput ilmu yang memiliki rasa takut kepada Allah SWT," pesannya.

0 Komentar